“Bupati Thaher katakan “Kita mengunggulkan kepulauan kei ini karena salah satu sektor kelautan dan perikanan, sektor pariwisata tetapi tidak berjalan tanpa didukung, diisi dan diperkuat oleh sektor-sektor strategis pembangunan lainnya seperti transportasi, pertanian dan perdagangan,” pungkas Hanubun.
Begitu pun Deputi Gubernur Bank Indonesia Soni Primanto Joewono dalam sambutannya mengatakan, Bank Indonesia datang dalam rangka ekspedisi rupiah berdaulat dan melihat angka inflasi di Kabupaten Maluku Tenggara tinggi.
“Karena memang di sini terkendala oleh transportasi dari sini kita terdorong untuk ikut berkontribusi dan mendukung pelaksanaan program pengembangan klaster pangan,” ujar Soni.
Dia berharap Kanupaten Maluku Tenggara bisa menjadi pemasok bawang merah ke Ambon dan wilayah lainnya.
“Dengan strategi menggunakan metode TSS dan menggunakan penanaman bawang merah menggunakan biji dan dekomposer Tanah MA-11 ini, semoga bisa menjadikan Desa Yafawun ini menjadi sentra bawang merah,” harapnya.
Menyikapi inflasi yang tinggi di Kabupaten Maluku Tenggara Bank Indonesia berharap pemerintah tetap mendukung agar lebih berkembang dan yang kedua anak-anak muda yang tegabung dalam AMGPM ikut mengembangkan keindahan alam dan sumber daya laut mulai dari rumput laut dan anggur laut sehingga bisa diekspor ke luar daerah serta kita mendukung penampungan air hujan dan sarana prasarana pengembangan rumput laut. (Dewi Sirwutubun)










