Cerpen Karya: Hasbyan
Byan, ponsel kakak mana? kalau pinjem ngomong dulu dong, jangan main comot aja.” cetus Zahra. Dan langsung melangkah menuju kamar Byan. Dilihatnya Byan sedang mengerjakan tugas.
“Jangan asal nuduh kakakku yang cantik, Byan tidak pinjem dari tadi pagi.” Byan mulai panik, sudah mencari di sudut kamar sampai ke kolong tempat tidur, tidak ia temukan barang elektronik yang bisa digenggam itu. Tiba-tiba Zahra menepuk jidatnya. Teringat saat membayar nasi Padang, ia meletakkan ponselnya di meja tempat tunggu. Zahra melirik jam yang terpaku di dinding. Menunjukkan pukul delapan malam. Tanpa pamit, Zahra menstater motor dan berlalu menuju rumah makan suka suka.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Dilihatnya rumah makan itu masih buka. Zahra bergegas masuk.“Permisi Mas,” ucap Zahra. Seseorang laki-laki keluar dari sebuah ruangan. Penampilannya rapi dan agak sedikit berbeda dengan pelayan yang biasa ditemui Zahra.
“Maaf mas, tadi apa ada ponsel yang tertinggal di meja situ ya?” ucap Zahra sambil menunjuk meja dengan jari telunjuknya. Spontan mata laki-laki itu mengikuti arah jari Zahra menunjuk.
“Oh… ponsel dengan merk Samsung ya mbak?” jawabanya.
“Iya benar Mas, itu ponsel saya.” spontan Zahra menjawab.
“Mbak duduk dulu ya, tadi itu memang ada ponsel yang tertinggal, sama pelayan kami disimpan, cuma saya tidak tau dimana disimpannya” Zahra langsung menjawab.
“Trus gimana dong, Mas, padahal isi ponsel itu penting banget buat saya, apalagi banyak nomor yang sudah disave di ponsel itu.” Zahra terlihat panik
“Mbak sabar dulu, biar saya coba cari” ucap laki-laki itu dengan santun.










