Setelah 28 Tahun, Blok Masela Masuk Tahap Konstruksi
Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar yang dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Proyek yang telah dinantikan masyarakat Maluku selama hampir 28 tahun itu kini memasuki tahap konstruksi.
Blok Masela dirancang menghasilkan sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun, serta kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta pembangunan proyek tersebut tidak kembali mengalami keterlambatan dan dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
“Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunannya. Dan pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kini, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan Blok Masela selesai tepat waktu.
Lebih dari itu, pemerintah dituntut memastikan proyek bernilai investasi puluhan miliar dolar tersebut benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku dan kawasan Timur Indonesia, dengan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari rantai manfaatnya.









