
Sementara itu, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rotte, Selat Ombai, Laut Flores, perairan Kepulauan Selayar, perairan selatan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Laut Seram, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan Kepulauan Letti-Kepulauan Babar, perairan Fakfak-Kaimana -Amamapare, dan perairan Yos Sudarso.
BMKG melalui Jakarta TCWC terus memantau perkembangan potensi sistem bibit siklon tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. Informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem ini juga dikoordinasikan dengan pihak terkait di level daerah.
Berikut imbauan BMKG:
1. Menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.
2. Menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya.
3. Mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.
4. Stakeholder terkait dapat terus mengintensifkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi
5. Selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG melalui kanal informasi di situs, akun medsos, dan aplikasi BMKG.









