Sebab, keyakinan semacam itu tidak dikenal dalam ajaran Islam.
Kepercayaan dalam Budaya Jawa
Dalam budaya Jawa, bulan Suro kerap dianggap sebagai bulan sakral dan penuh keprihatinan. Karena itu, masyarakat cenderung menghindari kegiatan besar seperti pesta pernikahan.
Sejumlah literatur Jawa seperti Serat Centhini dan Primbon Betaljemur Adammakna bahkan menyebutkan bahwa menikah di bulan Suro dapat membawa kesulitan dalam kehidupan rumah tangga.
Namun, pandangan tersebut bersifat kultural dan tidak memiliki dasar dalam hukum Islam.
Dengan demikian, menikah di bulan Suro menurut Islam hukumnya tetap diperbolehkan. Perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat lebih merupakan bagian dari tradisi budaya yang tidak mengikat secara agama.











