Struktur penguasaan kekayaan Indonesia adalah oligarkik. Para oligark ini menguasai aset berupa properti, tambang, perkebunan, juga saham dan bonds (surat-surat berharga). Mengapa ia menjadi oligarki, itu sangat mudah diterangkan. Itu karena kekayaan itu diwariskan dan ketika diwariskan selalu bertambah karena ada ‘return’ (r) atau hasil/bunganya.
Dan seperti yang diterangkan oleh Thomas Piketty, r > g (return of capital selalu lebih besar dari pertumbuhan ekonomi. Itulah sebabnya kesenjangan penguasaan kekayaan selalu melaju lebih cepat dan konsekuensi politiknya adalah tumbuhnya kekuasaan oligarkis karena penguasaan kapital yang diturunkan kepada generasi selanjutnya. Ini sangat menerangkan mengapa para konglomerat di jaman Orde Baru masih bertahan hingga kini.
Penguasaan dan akumulasi kekayaan semakin menjadi pada hari-hari ini di negeri ini. Trending orang-orang kaya, khususnya mereka yang baru kaya, itu ditunjukkan dengan gaya hidup yang sangat boros.
Kita semua tahu, flexing orang-orang ini sangat mewah. Mereka memamerkan naik jet pribadi untuk bepergian. Pameran kekayaan tersebut sungguh tidak tahu malu (dan kadang dilakukan sambil berkotbah moral agama).
Sejak kemarin, lini masa saya dipenuhi dengan “kejutan” perta ulang tahun untuk Sekretaris Kabinet kita. Dia sedang mengikuti bos-nya, Presiden Prabowo, berkunjung ke Paris. Perhatian saya tidak pada kue ulang tahun atau pose-pose riang gembira orang-orang di sana.











