Cerpen Karya: Nasywa Nur Azizah
TERKADANG indahnya senja, memancarkan kebahagiaan. Sekejap menularkan rasa bahagia, layaknya virus yang menularkan penyakitnya. Hingga membuat seorang aku ini, yang telah menginjak umur 20 tahun ini, menduduki pasir nan putih dipenghujung sore. Sampai-sampai menjadi kebiasaan saat aku merasa “Aku butuh virus kebahagiaan”.
“Zaaaa. Maheza!!.” teriakan yang memekakkan itu menggema di lorong gedung Universitas ini.
“Kecilin suaranya, Lia!.” jawab ku saat Lia telah tiba di sisi ku.
“Apa… mau liatin senja lagi lu Za?.”
Aku hanya mengangkat kedua bahuku, membiarkan pertanyaan itu, dan mempercepat langkah kaki agar tak terlalu sore tiba di sana.
“Yaa Allah. Kenapa hati ini seperti hancur. Hilang arah, seperti mati rasa, seperti selalu bad mood.” dengan volume suara yang lumayan kencang, kubiarkan tuhan mendengarkan.
Kembali aku lanjutkan, menatap senja, menenangkan tubuh tanpa suatu pergerakan, dan diam tanpa mengeluarkan kata.
Maghrib telah selesai kudirikan, selesai membaca satu halaman Al-Qur’an aku duduk di kursi berhadapan dengan meja. Berfikir kenapa, apa, dan bagaimana atas semua kesedihan yang terasa. Aku, di saat-saat tertentu merasa sedih, sakit, dan perih. Entahlah.










