Sejumlah fasilitas yang telah ada, seperti gazebo, akan diperbaiki agar lebih menarik. Sementara kayu-kayu besar yang sebelumnya terbengkalai direncanakan akan diolah menjadi kursi dan meja taman.
Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi ruang pertemuan berbahan lokal, termasuk batang pohon kelapa, yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat maupun agenda resmi pemerintah.
Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru
Pengembangan kawasan ini, menurut Kaidel, tidak semata berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
“Kalau tempat ini sudah selesai, semua akan kita tata rapi sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat mengambil peran dengan membuka usaha di sekitar kawasan setelah penataan rampung.
Sementara itu, Elitha Maelissa menyebut proses penataan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi anggaran daerah.
“Kita benahi pelan-pelan. Walaupun anggaran terbatas, kalau ada komitmen tulus membangun daerah, pasti ada jalan,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan pengembangan kawasan akan melibatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, agar ikut diberdayakan melalui aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.











