Bupati Malra dan Istri Bakar Batu di Kei Kecil Timur

oleh -309 views

Pembagian hasil umun atau hasil bakar batu harus merata dan adil yang pembagiannya dimulai dari orang tua sampai ke anak-anak. Semua orang harus mendapat bagian dari hasil bakar batu (umun) tersebut.

“Melestarikan nilai-nilai saling memberi dan saling menerima. Saling melayani dan saling tolong menolong,” ungkap Bupati Thaher.

Kegiatan bakar batu dilaksanakan atas inisiativ Pemerintah Kecamatan Kei Kecil Timur dan kepala-kepala ohoi se-kecamatan KKT dalam rangka meningkatkan solidaritas antar masyarakat dan umat beragama di Kecamatan KKT khususnya dan di Maluku Tenggara pada umumnya.

Pelaksanaan kegiatan bakar batu di Ohoi Yafavun lantaran maraknya berbagai kasus konflik sosial antar warga yang terjadi di Pulau Kei sehingga telah merusak tatanan adat dan budaya Suku Kei yang kental dengan falsafah AIN NI AIN -AIN YANAN UBUN AIN.

“Bakar batu merupakan ritual memasak bersama yang bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur kepada sang pemberi kehidupan” kata Bupati Thaher.

Baca Juga  5 Hal dalam Hubungan yang Nggak Boleh Dibagikan di Media Sosial

Untuk diketahui tradisi bakar batu masih menggunakan api yang dihasilkan oleh kayu. Kayu yang sudah dikumpulkan kemudian dibakar.

Setelah itu ditumpuk dengan batu yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang besar. Lubang tersebut kemudian ditutupi dengan dedaunan kering untuk kembali dibakar.

No More Posts Available.

No more pages to load.