Bupati Malra dan Istri Bakar Batu di Kei Kecil Timur

oleh -303 views

Dalam tradisi bakar batu, Kaum laki-laki menyiapkan kayu, rumput, dan mencari bebatuan yang tidak mudah pecah.

Sedangkan pihak perempuan bertugas mengumpulkan sayur, ubi jalar, daun pisang, jagung, dan sayur-sayuran.

Jika semua bahan sudah siap, Batu ditumpuk di atas perapian dan dibakar hingga batu menjadi panas membara dan kayu bakar habis terbakar.

Bersamaan dengan itu, warga lainnya menggali lubang yang cukup dalam dan diberi alas daun pisang dan alang-alang.

Kemudian, batu panas tadi lalu dimasukkan ke dasar lubang tersebut. Setelah itu, daun pisang ditumpuk di atas batu panas dan di atasnya bahan makanan/daging yang sudah diiris-iris diletakkan.

Atas bahan makanan/daging ditutup dengan daun pisang, kemudian di atasnya lagi diletakkan batu panas dan ditutup kembali dengan daun.

Baca Juga  Turun ke 12,07 Persen, Prevalensi Stunting Maluku Tenggara Lampaui Target Nasional

Ubi jalar (petatas), singkong (kasbi), dan sayuran lainnya diletakkan di atas daun dan ditutup daun lagi.

Di atas daun yang paling atas akan ditumpuk batu panas dan terakhir ditutup lagi dengan daun pisang dan alang-alang.

Setelah itu, dimasak selama satu jam. Asap akan mengepul dan aroma wanginya bisa membuat siapa pun tidak sabar untuk melahapnya.

Setelah matang, semua anggota akan berkumpul dan membagi makanan itu. Mereka akan makan bersama di lapangan tengah kampung. (Dewi Sirwutubun)

No More Posts Available.

No more pages to load.