Porostimur.com | Langgur: Perayaan 100 Tahun masuknya enam (6) suster Misonaris PHBK dan MGR, harusnya sudah dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2021 yang lalu, namun terhalang oleh Pandemi Covid-19, dan pembatasan PPKM sehingga baru terlansana saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun dalam sambutannya, Ahad (15/8/2021).
“Peringatan ini adalah sebuah moment bahagia bagi seluruh Umat khatolik khususnya Umat khatolik di Evav yang saat ini menyaksikan secara virtual dan juga melalui YouTube”, ujar Hanubun.
“Peringatan ini mengingatkan kembali perjalanan enam Suster PHBK yang datang di kepulauan Kei pada 14 Juli 1920 serta Monsenyur Johannes Aert pada 14 Juli 1921 yang tepatnya di Bumi Langgur, ungkapnya.
Hadir pada moment kegembiraan 100 Tahun Peringatan 6 Suster Misionaris yakni Forkopimda, Wakil Walikota Tual serta sejumlah OPD Kabupaten Maluku Tenggara.
Pada kesempatan itu Hanubun atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara menyampaikan permohonan maaf di mana kegembiraan saat ini harus dirayakan dengan suka cinta dan meriah, namun harus dibatasi oleh PPKM.
Hal ini dilakukan guna memutus penyebaran wabah Covid-19 yang saat ini menyerang seluruh umat manusia tanpa membedakan, sehingga kepatuhan terhadap pembatasan ini harus dilaksanakan di seluruh wilayah, termasuk di Maluku Tenggara.










