Kita juga mencintai langit, matahari, bulan, bintang-bintang, laut, samudera, pepohonan, karena semua ciptaan-Nya itu adalah nikmat dari Allah kepada manusia sebagai hamba yang lemah dan hina. Dan kita juga mencintai semua manusia yang sama haluan dan tujuan hidupnya dengan kita di dalam cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Orang-orang yang jatuh cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam maka ia akan patuh dan empati kepada pemimpin atau pemegang kekuasaan yang menjalankan peraturan yang sesuai dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia akan selalu menasehati agar berbuat baik dan mencegah kemungkaran. Sebab amar ma’ruf dan nahyi munkar adalah akibat dari beriman kepada Allah Ta’ala.
Allah berfirman :
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali ‘Imran : 110)









