Cala Ibi, Cerita Sang Naga

oleh -413 views

Naga terlempar mendarat pada punggunggunya, sejenak empat kakinya bergerak mencekari udara. Moster mimpi buruk ini, akan menelanmu hidup-hidup, benakmu sekelu matamu yang menatapnya. Ia perpaling. Sepasang mata manik-manik hitam menatapmu.

Tak usah takut, nyalakan saja lampu, ia bicara, segala sesuatu tampak lebih jelas dalam cahaya.

Dengan ringan ia bersuara, bicara bahasa manusia. Kau bangkit, seketika, melompat jau dari tempat tidur. Kakimu mendarat di atas serpihan kaca, terasa tusukan tajam di kaki, tapi rasa takutmu telah menghalau rasa sakit. Tanganmu gemetar mencari tombol lampu di dinding, bertemu jarimu yang menyentaknya keras. Ruangan seketika terang lampu neon putih, kau berdiri mematung di sudut kamar pucat pasi,” (28-29).

Baca Juga  Baksos Kemensos Digelar di Malra, Bupati Thaher Instruksikan OPD Kerja Maksimal

Cala Ibi. Kau mengenali suaranya yang baritone hampir tenor, dan jadi lebih berani. Kau mengintip dari balik deretan bonasai, mendengar Cala berkata-kata pada pria tak dikenal. Manusia satu itu, keras kepala betul dia, sudah mau mati, tapi menolak bersaksi, terdengar naga berucap. Mungkin Cala hinggap di unjung pagar kiri, dugamu, sebab pria itu berdiri lama di sana. Kau melangkah menuju ujung pagar besi.

Dari dekat ternyata ia pria tinggi besar, mungkin berotot besar-besar di balik kameja abu-abu yang potongannya rapi sekali. Selamat malam, sapamu dengan sopan, meski dalam hati curiga mereka tadi sedang bergosip tentangmu. Tampak siluet naga terbang dari atas pagar, berseru, nah, ini dia! Mai, manusia, kapan akan mengamati tanpa latar belakang, dan bertindak bukan manusia sebuah ingatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.