Catatan atas Pidato Anies Baswedan: Menunggu Patriotisme Relawan

oleh -130 views

Saat ini memang kondisi Indonesia tidak baik-baik saja. Kemiskinan kita, merujuk versi yang disarankan Bank Dunia terbaru, mencapai 40% atau lebih seratus juta penduduk. Di antaranya ada yang busung lapar dan kemiskinan parah. Pengangguran terus bertambah. Kemampuan negara menciptakan lapangan kerja per 1% pertumbuhan semakin kecil, hanya sekitar 300 ribu naker.

Upah minimum terus buruk. Rerata upah di Jawa Tengah, misalnya, setara dengan 6 kg beras per hari, jika memperhatikan UMP terbaru. Ini seperti era kolonial, buruh tani mendapatkan 6 kg beras per hari. Pada saat bersamaan, pertumbuhan ekonomi dinikmati mayoritas orang-orang kaya. Ketimpangan sosial semakin menganga.

Kondisi seperti ini di zaman kolonial terjadi karena korporasi asing, VOC dll., mengisap kekayaan kita. Saat ini penghisapnya adalah oligarki dan mafia-mafia itu. Ada mafia gula, mafia beras, mafia kedelai, mafia hukum, dll. Mafia pangan, dulu sering disorot sebagai “seven samurai”.

Baca Juga  Bilal bin Rabbah, Sahabat Nabi yang Dijuluki Muadzin Ar-Rasul

Saat Indonesia, misalnya, menjadi produsen terbesar minyak goreng, kita menyaksikan sendiri rakyat miskin mengular antri minyak goreng dan harga tinggi. Begitu juga BBM, yang harganya di luar kewajaran untuk dibayarkan rakyat miskin. Banyak contoh lainnya dalam kontradiksi yang ada saat ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.