Catatan atas Pidato Anies Baswedan: Menunggu Patriotisme Relawan

oleh -130 views

Dalam mempertegas posisinya, Anies mengkritik subsidi mobil listrik rezim Jokowi dan juga mengkritik pembangunan infrastruktur yang tidak memihak rakyat. Ini adalah pernyataan perang. Subsidi mobil listrik sarat kepentingan (vested interest) karena pembuat kebijakan adalah pemain bisnis mobil listrik itu sendiri. Makanya, jika berkuasa Anies memastikan tidak ada lagi penguasa yang pengusaha atau sebaliknya. Anies kembali pada pemikiran Plato, dalam Republik, bahwa kaum pedagang dan birokrat dua hal yang harus dipisahkan.

Soal infrastruktur, Anies membandingkan era Jokowi dan SBY. Menurutnya Jokowi hanya fokus untuk menguntungkan orang-orang kaya dibandingkan orang-orang miskin. Jokowi fokus pada jalan tol, atau berbayar, sedangkan SBY untuk seluruh jalan, baik tingkat nasional maupun daerah. Jika merujuk pada Pledoi Sukarno, Indonesia Menggugat, di pengadilan Lanraad, hampir 100 tahun lalu, intinya terjadi sebuah kritik, bahwa infrastruktur itu dibangun untuk memutar ekonomi orang kaya. Pada saat dulu Bung Karno mengatakan bahwa irigasi-irigasi yang dibangun Belanda, hanyalah untuk menyuburkan kebon2 Belanda, sisa airnya baru untuk petani pribumi. Anies mencanangkan reorientasi makna pembangunan, yakni untuk kemakmuran bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.