Di luar itu, dia juga melihat ada faktor yang membuat kekuatan PSIM luar biasa. Yakni, faktor kekeluargaan. Faktor itu yang diyakininya akan jadi senjata utama PSIM dalam mengarungi Liga 2 nanti.
Pria kelahiran 9 Juni 1997 itu juga merasa nyaman di PSIM. Kehadiran pelatih Imran Nahumarury jadi salah satu faktornya. ’’Saya juga kenal banyak pemain di sini. Jadi, soal adaptasi sudah tidak terlalu masalah,’’ pungkasnya.
(red/Jawa Pos)









