Gubernur: Kritik Pemerintah Harus Berangkat dari Kajian dan Solusi
Menurut Lewerissa, pemerintah membutuhkan mahasiswa sebagai mitra kritis. Kritik dari kalangan mahasiswa, kata dia, merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan harus dihormati.
Namun, ia berharap kritik tersebut terlebih dahulu dibangun melalui diskusi dan kajian yang matang sehingga setiap persoalan yang disampaikan tidak berhenti pada aksi, tetapi juga menghadirkan alternatif penyelesaian.
“Pemerintah membutuhkan mahasiswa untuk menjadi mitra kritis. Pemerintah menghormati setiap kritikan dan berharap sebelum melakukan aksi, perlu ada diskusi untuk solusi bagi setiap persoalan,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu harapan Lewerissa kepada kepemimpinan baru PMKRI di bawah Christian A.D. Rettob.
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, PMKRI diharapkan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi bagian dari proses perubahan di tengah masyarakat.
Christian melalui Delvis Rettob menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of control dan agent of change.
Dalam catatan sejarah Indonesia, mahasiswa disebut telah berulang kali mengambil peran dalam merespons berbagai gejala sosial dan persoalan kebangsaan.










