Cipratan Dana Pinjaman PEN Maluku yang Menuai Kritik Wakil Rakyat

oleh -7 Dilihat

“Kalau nomenklaturnya Rehabilitasi Kawasan Dan Rehabilitasi Gedung Islamic Center, ya pekerjaannya merenovasi dan merehabilitasi kasawan dan gedung itu agar lebih baik dan bagus dari kondisi sebelumnya, bukan bikin cafe. Inikan jadinya aneh dan rancu,” katanya.

Jance juga mempersoalkan sejumlah proyek lain di Kota Ambon yang menurutnya tidak terlalu urgen untuk dikerjakan, seperti perbaikannya trotoar dan sejumlah talud di Kota Ambon.

“Jadi ini kan kelihatan tidak adil. Di satu sisi ada proyek yang seolah-olah, sementara di sisi lain ada saudara-saudara kita yamg menderita namun tidak tersentuh. Tidak usah jauh-jauh, di SBT saja yang mau melahirkan harus di tarik menggunakan gerobak, harus pikul pakai tanduk, coba bayangkan di Aru rumahmya seperti kandang ternak, di depan rumahnya ada bendera merah putih NKRI Harga mati,” ungkapnya.

Baca Juga  Pimpin Sertijab Sejumlah Jabatan, Kapolres Malra Tekankan Integritas dan Loyalitas

Tidak hanya itu, Jance mengisahkan, ketika melakukan pengawasan di Kabupaten Buru, anggota DPRD yang menemukan pekerjaan dari dana SMI belum jalan sama sekali. Sementara sesuai penjelasan Kepala Inspektorat, sudah batas akhir waktu kontrak.

“Karena itu, hal ini menjadi perhatian dan Kepala Biro Hukum jangan sampai jadi masalah hukum, karena telah mendapat pengawasan baik dari kejaksaan maupum BPKP,” ucapnya.