City Gallery Didorong Jadi Ruang Hidup Sejarah, Budaya dan Ekonomi Kota Pusaka

oleh -13 Dilihat
Gagasan menjadikan City Gallery bukan sekadar ruang pajang sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang mempertemukan memori, pengetahuan, budaya, masyarakat hingga kekuatan ekonomi kota, mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka”.

Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal kemudian memperluas gagasan tersebut dengan menempatkan City Gallery sebagai “infrastruktur pengetahuan kota”.

Menurutnya, ruang tersebut idealnya mampu menghubungkan arsip, sejarah, peta, data, tradisi, tokoh dan memori kolektif menjadi pengetahuan publik yang dapat diakses masyarakat.

Gagasan itu diarahkan melalui gerakan “One City, One City Gallery”.

Melalui konsep tersebut, setiap anggota JKPI didorong mengembangkan City Gallery sesuai karakter dan kapasitas masing-masing, dengan memperhatikan narasi kota, arsip, aksesibilitas, desain hingga tata kelola.

JKPI juga akan mendorong konsep tersebut melalui proyek percontohan atau pilot project agar dapat diuji dan direplikasi di kota-kota lainnya.

Seminar nasional ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan dua nota kesepahaman.

Baca Juga  Pemerintah Resmi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

Pertama, antara JKPI, Perpustakaan Nasional RI dan ANRI terkait penyelenggaraan kearsipan dan perpustakaan pada jaringan kota pusaka Indonesia.

Kedua, antara Universitas Khairun Ternate dan ANRI mengenai penyelenggaraan pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kearsipan.

Rangkaian kegiatan juga diisi penyerahan cenderamata dan plakat kepada para narasumber serta perangko edisi terbatas yang dibuat Kantor Pos Ternate dalam rangka Rakernas XII JKPI.

No More Posts Available.

No more pages to load.