Ridle Baku gagal menghalau bola dengan sempurna. Baturina kemudian memanfaatkan kemelut tersebut untuk menjebol gawang Leipzig, meski sempat terjatuh di dalam kotak penalti.
Keunggulan Como bertambah pada menit ke-38.
Kali ini Baturina berganti peran menjadi pemberi assist. Umpannya berhasil dimanfaatkan Douvikas yang dengan tenang menaklukkan kiper Maarten Vandevoordt.
Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como tidak mengendurkan tekanan setelah babak kedua dimulai. Pergerakan winger asal Senegal, Assane Diao, terus merepotkan pertahanan Leipzig.
Leipzig Sempat Melawan, Como Tetap Berpesta
Tekanan Como akhirnya kembali membuahkan hasil.
Diao memperlebar keunggulan tuan rumah melalui sebuah penyelesaian keras dari sudut sempit. Vandevoordt gagal membendung bola dan Como pun menjauh 3-0.
Leipzig kemudian mencoba bangkit.
Andrija Maksimovic memperkecil ketertinggalan melalui tembakan first time dari tepi kotak penalti. Bola meluncur ke gawang Como dan mengubah skor menjadi 3-1.
Gol tersebut sempat memberi harapan bagi Leipzig untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, Como memastikan malam bersejarah mereka ditutup dengan kemenangan telak. Pada menit ke-90, Maximo Perrone mencetak gol keempat sekaligus mengunci kemenangan 4-1.









