Sekitar pukul 16.00 WIT, menurut Rositah, sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak, yakni warga Lisabata dan Patahuwe. Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya.
Situasi belum sepenuhnya selesai. Sekitar pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara warga kedua negeri. Kali ini eskalasinya jauh lebih serius karena berujung pada pembakaran rumah dan jatuhnya korban luka akibat tembakan senapan angin.
Aparat kemudian melakukan penyekatan dan pengamanan untuk mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu.
Rangkaian waktu tersebut menunjukkan bahwa terdapat jeda sekitar beberapa jam antara kebakaran pertama pada siang hari dan pecahnya kekerasan pada malam hari. Jeda inilah yang menjadi salah satu bagian penting yang perlu diurai dalam penyelidikan.
Apa yang terjadi selama rentang waktu tersebut? Informasi apa yang beredar di antara kedua kelompok? Apakah terjadi aksi saling provokasi? Apakah ada pertemuan atau komunikasi yang memperburuk situasi? Dan apakah terdapat peristiwa lain yang tidak tercatat dalam kronologi resmi tetapi diketahui oleh warga di lapangan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena kebakaran lahan dan pembakaran rumah merupakan dua peristiwa berbeda yang terjadi dalam rangkaian konflik yang sama.









