Porostimur.com, Ternate – Aliansi Masyarakat Maluku Utara (AMMU) kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara, pada Rabu (4/12/2024).
Pada demo lanjutan yang keempat kalinya itu, massa aksi menuding KPU Malut bertindak keliru dan menyalahi aturan karena telah menetapkan Sherly Tjoanda sebagai calon gubernur, menggantikan suaminya Benny Laos yang tewas dalam kecelakan kebekaran speedboat Oktober lalu.
Massa aksi juga menuntut agar pasangan calon Sherly-Sarbin didiskualifikasi sebagai pasangan calon dan menuntur dilaksanakan pilkada ulang tanpa paslon nomor urut 04 yang dituding merusak tatanan demokrasi di Maluku Utara.

Amatan media ini, selama aksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian dan TNI berjaga di lokasi demo. Aksi berjalan dengan aman dan kondusif.
Nampak para peserta aksi membentangkan sejumlah spanduk bernada protes dan mengibarkan bendera partai Gerindra. Meraka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Copot Tito Karnavian dari Mendagri. Tito Biang Kerok”.
Salah satu orator Jufri Soleman meminta Presiden Prabowo Subijanto agar mengevalusai posisi Tito Karnavian sebagai Mendagri, karena diduga ikut terlibat dan campur tangan dalam pilkada Maluku Utara, terutama dalam memuluskan jalan Sherly Tjoanda sebagai calon gubernur pengganti.









