Selain itu, Dewan Pers juga mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menempuh jalur diplomatik guna membebaskan para jurnalis dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditahan, serta memfasilitasi pemulangan mereka ke Tanah Air.
Pemerintah Ikut Soroti Keselamatan Jurnalis
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga negara Indonesia, termasuk jurnalis, harus menjadi prioritas utama di tengah situasi konflik.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Meutya menambahkan bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik global, sehingga kerja jurnalistik harus dihormati dan dijamin keamanannya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman, untuk memantau situasi serta menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI dalam rombongan tersebut.











