Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Anak-anak dan Jurnalis Al Jazeera

oleh -14 views
Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, Palestina, pada Sabtu (20/6/2026), menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk dua anak-anak dan seorang jurnalis televisi Al Jazeera. Insiden ini mempertegas rapuhnya situasi keamanan meski gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.

Porostimur.com, Gaza – Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, Palestina, pada Sabtu (20/6/2026), menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk dua anak-anak dan seorang jurnalis televisi Al Jazeera. Insiden ini mempertegas rapuhnya situasi keamanan meski gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.

Korban jiwa dalam serangan dini hari itu termasuk dua saudari, Zina (4) dan Lana (14), yang tewas setelah apartemen mereka di Kota Gaza dihantam rudal sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

“Saya sedang duduk di rumah. Roket itu jatuh menimpa kami tanpa peringatan,” kata Mohammad Safadi, sepupu korban yang juga mengalami luka di bagian dahi.

Ia mempertanyakan makna gencatan senjata yang selama ini digaungkan.

“Gencatan senjata yang dibicarakan oleh pendudukan dan tim negosiasi… apakah ini benar-benar gencatan senjata? Kami adalah warga sipil. Saya tidak pernah memegang senjata,” ujarnya.

Baca Juga  Perbuatan Kaum Nabi Luth yang Disebut Rasulullah Akan Muncul Lagi di Akhir Zaman

Serangan Beruntun, Korban Terus Bertambah

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak Oktober, serangan udara Israel masih terjadi hampir setiap hari dan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina dalam periode tersebut.

Pada hari yang sama, tiga serangan tambahan kembali terjadi di sejumlah wilayah Gaza.

No More Posts Available.

No more pages to load.