Di Atas Bagi Jabatan, di Bawah Antre Beras

oleh -396 views

Peran ayah dan paman sekarang begitu “mulia” di mata keluarga, kerabat dan partainya. Seorang anak bisa ditabalkan menjadi wakil presiden, bisa menjadi menteri walau seumur jagung, bahkan “sakti” juga menempatkan anak sebagai ketua umum partai.

Tidak hanya kerabat, seorang presiden pun bisa berbuat apa saja demi transaksi politik kepada penerusnya.

Menitipkan sejumlah nama menteri di kabinet sekarang – ada yang membocorkan empat nama – agar bisa duduk di kabinet mendatang menjadi bukti mencari pekerjaan di zaman ini memang terasa sulit.

Pola mencari dan mengejar jabatan yang dicontohkan para elite tanpa malu akhirnya menjadi pola panutan.

Seorang direktur pemenangan salah satu tim sukses calon presiden begitu mudah beralih ke tim sukses lain. Mungkin tidak dianggapnya aib karena jabatan komisaris sudah menanti.

Baca Juga  LBH Papua Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Aktivis Lingkungan di Sorong Selatan

Pesta belum berakhir, jabatan komisaris mulai “berterbangan” hingga ke istri anggota tim sukses.

Logika pembenar untuk mendapatkan pekerjaan pun terlontar dengan heroik. Ketika negara memanggil, maka demi persatuan dan kesatuan negara akan rela mendapatkan jabatan tinggi.

Melupakan segala kritik tajamnya, entah mungkin juga menertawakan target politiknya yang muluk-muluk dulu, kini malah memuja setengah mati kepada sosok yang dulu sering dihujatnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.