Di Kali Ama dan Dua Puisi Lain Muhammad Akib Tatroman

oleh -327 views
Link Banner

JALAN-JALAN BERSAMA BAYANG-BAYANG

aku dan bayang-bayang menyusuri jalan-jalan kampus
siang itu ramai dipadati ribuan dedaunan yang tak bisa digubarkan oleh tukang sapu
jalan-jalan basah, menangis, meratapi kematian hujan
yang datang malam itu, mati sebelum melihat matahari terbit

aku dan bayang-bayang bertanya dalam-dalam
pada kampus yang hampir mati
pada pujasera yang hampir kadaluwarsa
pada ruang-ruang kuliah yang hampir berkarat
pada bangku-bangku yang hampir lapuk
kapan kita kembali mengawinkan senyum?

dari jendela kampus yang tak bisa lagi bercermin saat siang datang
ada suara yang menyelinap masuk ke lorong telingaku sambil berkata
“kita akan kembali seperti dahulu setelah badai ini pergi”
ku arahkan mata ini ke arah datangnya suara itu
ternyata itu suara papan tulis yang bersandar di dinding putih di samping meja dosen
dengan tubuh bekas coretan dosen sebelum badai itu datang
aku dan bayang-bayang menempelkan telapak tangan ke wajah
mengaminkan doa si papan tulis itu

Baca Juga  Pesona Paige Spiranac, Pegolf Cantik yang Beralih Jadi Selebgram

hingga ahad ini,
hari-hari di kalender hampir habis
pulsa-pulsa di gawai hampir habis
badai pun tak kunjung habis
ia dengan terpaksa menjerat aku dan bayang-bayang di rumah ayah
lalu menghabiskan uang ayah untuk tetap belajar dari rumah

Ambon, 29 November 2020

=========

DI BIBIR HUNIMUA

di sore yang hitam
sekitar pukul empat belas tiga puluh
ada seikat pemuda setengah baya
datang menikam lelah di bibir hunimua

pada pasir yang beralas rupiah
mereka tabur semua beban
merayakan kesibukan yang dipungut dari senin kemarin

menjelang nafas terakhir sang minggu
mereka ceburkan duka mingguan ke laut
sambil berharap
besok tak lagi dililit kesibukan

Baca Juga  Empat Puisi Muhammad Akib Tatroman

Ambon, 24 Oktober 2021

=======

DI KALI AMA

di kali ama
ina berkali-kali mencuci rindu
semua jenis rindu ia kucak
dari noda gemas, cemas, hingga cemooh
sampai ia lupa sisakan satu untuk dikenakan saat temu

di kali ama
ina tumpahkan semua busa peluh
membiarkannya mengalir mengikuti arus waktu
lalu pecah di bibir musim

di kali ama
ina selalu berharap
pada batu
pada ikan
pada udang
tuk suatu saat nanti
semua rindu akan berbaris mengenakan seragam putih bersih
saat merayakan temu

Hualoy, 26 Oktober 2021

======

No More Posts Available.

No more pages to load.