Dinilai Membahayakan Petugas, Anggota DPRD Maluku Utara Dipolisikan

oleh -206 views
Link Banner

Porotimur.com | Ternate: Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Wahda Z. Imam terpaksa dipolisikan Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ternate, Brigpol Muis Suroto, Sabtu (8/5/2021). Pasalnya, Wahda dinilai membahayakan Muis saat tengah menjalankan tugas mengatur lalu lintas.

Melansir tandaseru.com, mulanya politikus Partai Gerindra itu memarkir mobil Alphard miliknya di bahu jalan yang sempit di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Keberadaan mobil bernomor polisi DB 1314 MM itu membuat ruas jalan tersebut tersendat lantaran mobil lain tak bisa lewat.

Di tengah hujan, Brigpol Muis yang mengatur lalu lintas mengenakan jas hujan lantas meminta Wahda memindahkan mobilnya.

Namun Wahda tak langsung memindahkan mobilnya. Ia justru terlihat asyik menekan ponselnya dan terkesan mengabaikan petugas.

Insiden ini lantas direkam salah satu petugas yang menyebutkan sikap Wahda tak menghargai petugas yang tengah bertugas di tengah guyuran hujan. Video rekaman tersebut lantas jadi viral di media sosial.

Baca Juga  Penjual Ikan Musiman Datangi eks Kantor Bupati. ini Tuntutannya

Tara (tidak, red) hargai petugas. Masih main HP, suruh dari tadi tidak mau pindah,” ucap petugas yang merekam.

Kasat Lantas Polres Ternate AKP Setiaji Nor Atmojo yang dikonfirmasi membenarkan oknum anggota DPRD itu memarkir kendaraannya di badan jalan dan menghambat arus lalu lintas. Saat petugas meminta untuk memindahkan kendaraannya, ia memilih cuek.

“Bukannya mengikuti perintah petugas, justru yang bersangkutan cuek dan melakukan tindakan yang membahayakan petugas dengan menabrakkan mobilnya di petugas yang sementara sedang mengatur lalu lintas untuk mengurai kepadatan,” ungkap Setiaji.

Usai insiden tersebut, Setiaji langsung mendampingi anggotanya membuat Laporan Polisi (LP) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate.

Baca Juga  Jelang Nataru, Kapolda Malut Larang Nyalakan Petasan Dengan Daya Ledak Tinggi

“Sudah membuat LP di SPKT,” akunya.

Ia juga menyebutkan, aksi Wahda tersebut memiliki unsur pidana.

“Kalau sudah selesai pidananya saya juga melakukan penilangan nanti, karena tidak mengindahkan perintah petugas,” katanya.

“Karena ini sudah masuk unsur pidana Pasal 282 Undang-undang Lalu Lintas, karena sudah menghalangi petugas saat bertugas dan kami akan proses setelah itu baru kami melakukan penilangan mobil yang bersangkutan,” tandas Setiaji

Tangkap layar video saat polantas coba menghentikan mobil Wahda Z. Imam. (Istimewa)

Sementara Wahda yang dikonfirmasi terpisah justru menyayangkan tindakan Brigpol Muis yang dinilainya tidak profesional. Wahda merasa ia telah memarkirkan mobilnya di tempat yang tepat.

“Polisi yang nggak profesional aja. Polisi minta saya jalan sementara saya parkir di tempat yang tepat dan tidak menghalangi mobil lain. Jadi saya tidak tanggapi omongan polisi aja karena saya merasa tidak bersalah,” tuturnya.

Baca Juga  Pengurus JMSI Wajo Sulsel Dikukuhkan

Wahda bilang, saat ia memarkir kendaraannya tidak ada mobil yang terganggu. Disentil soal tindakannya yang diduga membahayakan petugas, ia membantahnya.

“Justru mereka yang tidak profesional. Mereka minta saya jalan kemudian dia menghadang mobil,” tandasnya.

(red/tsc)