Mengembalikan agama sebagai kekuatan moral dan etika publik, bukan sekadar ritual individual.
Membangun budaya malu terhadap korupsi, mulai dari elite hingga masyarakat bawah.
Menegakkan hukum secara adil dan tegas tanpa tebang pilih, sehingga memberi efek jera bagi koruptor.
Mendorong keteladanan pemimpin yang bersih dan berintegritas, karena pemimpin adalah cermin rakyatnya.
Sebagai Sebuah Renungan
“Jika bangsa ini tak lagi takut pada dosa, kepada siapa rakyat berharap keadilan?”
Indonesia harus segera keluar dari ironi ini: bangsa yang mengaku beragama, tetapi tega mengkhianati amanah rakyat. Jangan biarkan agama hanya berhenti di bibir, sementara korupsi terus menari di balik meja-meja kekuasaan.
Surabaya, 15 Maret 2025










