Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan hampir setiap hari ke wilayah Lebanon selatan, meskipun kesepakatan telah diumumkan sebelumnya.
Akibat konflik berkepanjangan, lebih dari 800 orang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diumumkan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebut telah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Lebanon dan Israel untuk mendorong tercapainya gencatan senjata baru.
Washington mengusulkan penghentian serangan Hizbullah sebagai langkah awal, diikuti dengan komitmen Israel untuk menahan operasi militernya di Lebanon.
Situasi Kian Memburuk
Di tengah eskalasi yang terus meningkat, kondisi di Lebanon dilaporkan semakin memburuk, terutama setelah Israel memperluas serangan hingga ke Beirut.
Ribuan warga dilaporkan mulai meninggalkan ibu kota untuk menghindari serangan, sementara fasilitas publik dan permukiman warga terus menjadi sasaran.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam keras tindakan Israel dan menuduhnya menerapkan kebijakan penghancuran terhadap kota-kota dan permukiman sipil.
Desakan internasional pun mulai menguat, dengan sejumlah pemimpin Eropa meminta kedua pihak untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata dan menghentikan eskalasi konflik.
Hingga kini, upaya diplomasi masih terus dilakukan, namun ketegangan antara Israel, Iran, dan kelompok Hizbullah menunjukkan konflik di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.












