Dua Polisi yang Masuk Masjid di Makassar Tanpa Lepas Sepatu Ditahan di Ruang Khusus

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Makassar: Sempat viral, dua anggota polisi yang masuk masjid tanpa lepas sepatu, karena sedang menangkap mahasiswa di dalam masjid saat kericuhan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019) lalu sudah diamankan.

Dilansir dari Kompas.com, pernyataan ini diungkapkan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Hotman C Sirait.

Menurutnya, satu dari 2 aparat tersebut sudah disidang dan kini ditahan di dalam ruang khusus.

“Yang satu sudah disidang dan ditaruh di tempat khusus. Yang satunya akan sidang secepatnya,” kata Hotman saat diwawancara, Rabu (2/10/2019).

Menurut Hotman, pihaknya sudah mengantongi barang bukti dari tindakan aparat dengan bersepatu yang menangkap semena-mena mahasiswa saat berada di dalam masjid.

Barang bukti tersebut berupa berdasarkan dokumen rekaman video ponsel.

Aparat yang masuk ke masjid tersebut, kata Hotman, merupakan pasukan BKO dari polres di luar Makassar.

“Pangkatnya rata-rata bintara, anggota Sabhara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hotman mengatakan, kasus penangkapan dalam masjid ini lebih dulu diutamakan Propam Polda Sulsel dibanding dua kasus lainnya yakni pemukulan aparat terhadap jurnalis dan tabrakan terhadap mahasiswa Unibos dan pengemudi ojek online.

Baca Juga  Kronologi Batalnya Laga Timnas Indonesia U-23 vs Tira Persikabo

“Yang bersangkutan juga sudah minta maaf dan siap menanggung resiko, saat ini dalam pengamanan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Binmas Polrestabes Makassar, AKBP Adzan Subuh meminta maaf karena anggotanya masuk Masjid Suhada 45 di kawasan Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan, menggunakan sepatu.

Hal itu disampaikan Adzan saat bertemu Ketua Pengurus Masjid Suhada 45 yang juga Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Yahya Syam dan imam masjid Rusman Paewai, Rabu (25/9/2019).

Seperti diketahui, video sejumlah anggota polisi yang masuk ke dalam Masjid Suhada 45 dengan menggunakan pakaian lengkap viral di media sosial.

“Dengan silaturahim ini, kami menyampaikan maaf kepada ketua dan pengurus masjid atas insiden yang terjadi,” ujar Adzan, Rabu.

Dalam pertemuan itu, Yahya menyampaikan tidak terlalu mempermasalahkan dan memaklumi apa yang dilakukan polisi.

Namun, Yahya minta agar polisi mengusut perusakan beberapa aset milik Pengadilan Tinggi Sulsel.

“Pada umumnya, pengurus masjid menyambut baik kedatangan atau kunjungan Kasat Binmas dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut karena situasi yang dimaklumi”.

“Tapi, pengurus masjid meminta agar oknum perusakan atas aset milik Pengadilan Tinggi Sulsel maupun mobil yang terparkir sebanyak tiga unit diusut dan diproses,” kata Yahya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran COVID-19, PKB Maluku Bagikan Masker Kepada Pedagang Pasar

Adzan berjanji akan menyampaikan permintaan itu kepada pimpinannya.


Anggota Polisi masuk masjid mengenakan sepatu memukuli mahasiswa.
Anggota Polisi masuk masjid mengenakan sepatu memukuli mahasiswa. (Instagram/@makassar_iinfo)

Seperri diberitakan media ini sebelumnya, sebuah video yang menampilkan polisi berseragam lengkap membawa tameng dan pentungan masuk ke dalam masjid, menjadi viral di media sosial, Selasa (24/9/2019).

Dalam video tersebut, polisi yang masih mengenakan sepatu, memukuli mahasiswa yang diduga melakukan demo menolak pengesahan UU KPK, RKUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan dan RUU Minerba.

Berbagai komentar di media mengecam anggota polisi yang masuk masjid mengenakan sepatu hingga memukuli mahasiswa.

Peristiwa itu diduga terjadi pada saat demo mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Setelah dicek kebenarannya, video anggota polisi yang memukuli mahasiswa itu terjadi di salah satu masjid di Kota Makassar.

Masjid tersebut tidak jauh dari lokasi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe meminta maaf atas kejadian tersebut.

Menurut Dicky, awalnya kejadian dalam video tersebut mirip kejadian di Petamburan, Jakarta.

Baca Juga  Warga Capalulu Nilai Kades Main Mata dengan Inspektorat dan DPMD

Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, dapat dipastikan bahwa masjid itu ada di sebelah Kantor DPRD Sulsel.

Dicky mengatakan, awalnya anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan demonstrasi di Kantor DPRD, dilempari mahasiswa yang demo dengan batu.

Pasca lemparan itu, terjadi pengejaran mahasiswa oleh anggota polisi.

Namun, mahasiswa bersembunyi di masjid di samping Kantor DPRD.

Dicky mengatakan, mahasiswa yang melempari polisi sengaja menjadikan masjid sebagai tempat berlindung.

Akhirnya, polisi menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Polda Sulsel memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden tersebut,”kata Dicky.

Dicky mengatakan, oknum polisi yang melakukan tindakan berlebihan akan diproses secara hukum.

Namun, mahasiswa yang demo sambil melakukan pelemparan juga akan diproses secara hukum.

Menurut Dicky, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel akan segera melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

“Demikian klarifikasi ini kami buat atas petunjuk Bapak Kapolda Sulsel,” kata Dicky. (red)