Dua Puisi Dino Umahuk

oleh -411 views

Lelaki yang Karam dalam Ingatan

tak ada yang datang
waktu pun abai
di balik pintu, doa pecah
dan tak sempat menjadi suara

aku tenggelam
di sisa detak yang usai—
cinta yang dulu utuh
kini tinggal serpih yang lupa bentuk

kau menyebut angin
seolah ia tahu asal retak
di atas meja, gelas setengah
masih menyimpan jejak yang tak kembali

aku menyebut hilang
seperti laut menyebut asin
ombak mengulang namamu—
pelan, hingga asing

bulan jatuh
dan pecah di karang yang dingin
wajahmu larut
di langit yang rawang

waktu membeku
bukan lagi kenangan
melainkan ruang
yang terus menolak ditinggalkan

jejakmu hanyut—
arus tanpa muara
aku masih bernapas
tapi cinta telah selesai lebih dulu

namamu larut
di dasar yang menutup alamat kembali
doa karam
bahkan sebelum sempat bernama sepi

Baca Juga  Soroti Film Pesta Babi, Uskup Agung Merauke Minta Publik Tetap Kritis

jika abadi hanya milik yang hilang
biarlah aku tinggal sebagai tenggelam—
agar kau tetap utuh
di ingatan yang tak pernah pulang

Ambon, 1 April 2026

=========

Sauh Terakhir

jangan biarkan aku sebatang arang
di laut retak, takdir karam, aku hilang
perahu nasib tenggelam di celah rawan
arah pulang luruh, sunyi tertahan

peta makna karam di palung bisu
kemudi patah, hilang arah tuju
arus berulang, getir yang lama
menyeretku pelan ke hampa yang sama

aku hanyut tanpa muara—terkatung
detik pecah di karang sepi—terhuyung
masa silam luka, purba dan kelam
waktu berputar di raga yang diam

No More Posts Available.

No more pages to load.