Dugaan Intimidasi Wartawan di Stadion GKR Dilaporkan ke Polisi, Malut United Disorot

oleh -34 Dilihat
Dugaan intimidasi terhadap jurnalis oleh oknum ofisial klub sepak bola Malut United FC berujung laporan polisi di Polres Ternate. Laporan tersebut diajukan oleh Irwan Djailan, reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, bersama Firjal selaku pimpinan media Halmahera Post melalui tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Bahmi Bahrun and Partners pada Senin (9/3/2026) dini hari.

Sepak Bola, Kekuasaan, dan Citra Publik

Peristiwa ini turut memunculkan kembali diskusi publik mengenai relasi antara sepak bola dan kekuasaan ekonomi, terutama ketika klub olahraga menjadi bagian dari proyek besar yang melibatkan kepentingan bisnis.

Dalam sejarah sepak bola dunia, hubungan antara olahraga populer ini dengan kekuatan ekonomi dan politik bukanlah hal baru. Salah satu kisah paling kelam terjadi di Kolombia pada era 1990-an.

Saat itu, tim nasional Kolombia yang tampil di Piala Dunia 1994 secara mengejutkan tersingkir di babak penyisihan grup setelah bek Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat menghadapi Amerika Serikat.

Kekalahan tersebut memicu kemarahan besar di negara yang sangat fanatik terhadap sepak bola itu. Beberapa hari setelah kembali ke Medellin, Escobar ditembak mati usai terlibat pertengkaran di sebuah tempat hiburan malam.

Belakangan, penyelidikan kepolisian mengaitkan pembunuhan tersebut dengan lingkungan kriminal yang memiliki relasi erat dengan dunia sepak bola dan perjudian.

Baca Juga  Sekutu Trump Melarikan Diri ke AS setelah Kalah Pemilu Brasil

Pada masa yang dikenal sebagai era narco-football, kartel narkoba di Kolombia menjadikan klub sepak bola sebagai sarana pencucian uang sekaligus alat membangun citra publik. Pablo Escobar, misalnya, dikenal sebagai pendukung utama klub Atlético Nacional di Medellin.

No More Posts Available.

No more pages to load.