“Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran,” tegasnya.
Iran Tegaskan Kendali atas Jalur Energi Dunia
Pernyataan keras Iran tersebut tidak berdiri sendiri. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, juga membantah klaim Trump mengenai kendali Amerika Serikat atas Selat Hormuz.
Ia mengatakan tidak ada kapal yang dapat melintasi selat tersebut tanpa izin dan pengawasan Iran.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengungkapkan bahwa Teheran masih melakukan pembicaraan dengan Oman untuk menyusun mekanisme rute transit maritim yang aman.
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah situasi keamanan yang disebut Iran semakin kompleks akibat keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.
Selat Hormuz memiliki arti strategis yang sangat besar bagi perekonomian dunia. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewatinya.
Baghaei mengatakan mekanisme yang sedang dibahas bersama Oman diarahkan untuk menjaga kepentingan kedua negara sekaligus memastikan lalu lintas kapal komersial tetap berlangsung.
“Ini adalah pertama kalinya sebuah mekanisme dikembangkan untuk secara bersamaan menjaga hak kedaulatan kedua negara pesisir dan menjamin keselamatan lalu lintas kapal komersial,” ujarnya.









