Dalam setiap kasus yang menimpa seorang penguasa, selalu ada tembok yang terlalu kokoh. Gak mudah dirobohkan. Apalagi hanya dengan demo seratus orang, atau kritik di medsos.
Kok pesimis? Tidak. Ini semata mengungkapkan hasil survei di lapangan. Basisnya data historis. Data historis adalah data yang obyektif. Bukan data harapan?
Lalu, bagaimana caranya tuntutan “Adili Jokowi” bisa direalisasikan?
“Kok Tanya Saya”.
Jakarta, 24 Februari 2025









