Empat Puisi Nuriman Bayan

oleh -36 views
Link Banner

Siang ini Papa Pergi Lagi

Siang ini
papa pergi lagi
ke tanjung karang
ke selatan Halmahera

sebelum pergi
mama siapkan maru papa
papa sidiahi ini perahu
agar badai tak mengambil
kemudi dan semang perahu

ke tanjung putus
papa menuju
papa lewati rep bendera
papa lewati rep tobelo
papa lewati kampung Leoleo

ke tanjung kelapa
papa menuju
tanjung Mafa jadi nonako
di tanjung karang papa berlabuh
papa lepas sauh dan mata kail

di rumah mama berdoa
papa pulang boks penuh.

Nusliko, 2021

=======

Suatu Pagi di Nusliko

Ombak bagai kita yang merindukan peluk

perahu berlabuh bagai ayah pulang melaut

dan matahari adalah mata ayah yang saga selalu terjaga.

Baca Juga  Empat Puisi Nuriman Bayan

Aku duduk di matamu dan kau duduk di mataku

kita saling memandang bagai ayah dan ibu di atas perahu

saat ikan lolosi sedang ramai memeluk mata kail.

Weda, 2021

======

Di Teluk Weda

Bila waktunya aku kembali ke Loloda
tak perlu kau tahan
tak perlu kau cemas

sebab aku telah mengenal dalamnya teluk Weda
birunya rep kolam, dinginnya sibu-sibu Kobe

Aku pasti kembali ke teluk, yang tak bosan memberi peluk

aku masih ingin melihat senyum para ibu yang ketika ayah pulang dengan boks yang penuh

Aku masih ingin melihat senyum para ayah yang ketika pulang ibu jemput dengan senyum.

Sungguh,
aku masih ingin melihat senyum-senyum itu mekar di teluk, mekar di peluk.

Baca Juga  Gelagat Perlawanan Kubu Jokowi-Ganjar-Gibran Terhadap Kubu Megawati-Puan Maharani

Weda, 2021

======

Sebentar Lagi Matahari Tenggelam

Di hari yang miring mengapa kau murung?

Sedang laut lapang terbentang, perahu yang terapung siap diberangkatkan.

Mengapa tak kau tarik saja sauhnya, kemudian kau lepaskan di sana, di tanjung matamu?

Di hari yang miring, jangan lagi kau murung, sebab sebentar lagi matahari turun gunung.

Weda, 2021

======

No More Posts Available.

No more pages to load.