Esok, kasus ADD-DD Kilang dilimpahkan ke Kejari Ambon

oleh -78 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Senin (16/4) besok, direncanakan penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, sebagai batas waktu perampungan berkas perkara dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Kilang tahun 2016.

Dimana, kasus ini melibatkan Bendahara Desa Kilang, Stevanus Latuheru, dengan total anggaran sebesar Rp 865.266.000.

Sekaligus, pada hari itu juga dilakukan pelimpahan tahap I dari penyidik Tipiter Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease kepada penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon selular, Minggu (15/4), hal ini tidak dibantah Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease, AKP Teddi,SH,S.IK.

Link Banner

Menurutnya, Latuheru sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihaknya sejak (9/1) lalu.

Baca Juga  Pilkada Halbar di Tengah Covid-19, TPS Diperkirakan Akan Bertambah

”Untuk melengkapi berkas pemeriksaan kasus tipikor ADD dan DD Kilang tahun 2016, tim penyidik Tipiter Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease telah melakukan pemeriksaan kepada tersangka Stevanus Latuheru, selaku Bendahara Negeri Kilang. Tersangka, kami periksa selama 3 hari sejak yaitu, Jumat (6/4) sampai Selasa (10/4),” ujarnya.

Diakuinya, bukti dan kuitansi pengeluaran dalam kasus dimaksud, memuat selisih anggaran sekitar Rp 207.080.000 dalam ADD dan Rp 658.186.0000 dalam DD dari total keuangan Rp 865.266.000.

Selain itu, jelasnya, dilengkapi pula dengan bukti transfer dari Kementerian Desa, serta bukti setoran dari Inspektorat Keuangan Kota Ambon yang masuk ke rekening Negeri Kilang.

”Saksi dari pihak dari Ketua Tim Audit  Inspektorat Keuangan Kota Ambon yani Seh Ahli Latuconsina, telah diperiksa oleh penyidik Tipiter Satreskrim. Dari keterangannya ditemukan benar adanya kerugian yang ditimbulkan dari kasus tipikor ADD dan DD Desa Kilang yang disalahkangunakan oleh Bandahara Desa Kilang,” jelasnya.

Baca Juga  Tim Hukum Usman-Bassam Polisikan Empat Pelaku Pencemaran Nama Baik

Tersangka sendiri, jelasnya, tidak langsung ditahan pasca menjalani pemeriksaan, melainkan wajib melapor ke pihaknya, hingga saat tahap II nanti (pelimpahan berkas, tersangka dan barang bukti) ke pihak Kejari Ambon.

”Tersangka sangat koperatif, saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipiter, tersangka tidak kami tahan, dan diwajibkan untuk wajib lapor, pada hari Senin, Rabu dan Jumat ke penyidik Tipiter. Hingga berkasnya dinyatakan lengkap, baru akan ditahan dan diserahkan pada tahap II kepada JPU Kejari Ambon,” tegasnya.

Merampungkan berkas perkara dimaksud, tambahnya, pihaknya pun menunaikan pemeriksaan kepada 63 orang saksi.

”Tersangka Stevanus Latuheru disangkakan dengan pasal 2 dan pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Jo pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (keket)