Fakfak: Jalur Rempah di Tanah Papua

oleh -672 views

Di Eropa, rempah-rempah timur disamping penyedap rasa, juga obat penawar sakit dan penambah keperkasaan seksual. Pala ( myristica fragrans) dan bunga pala menjadi penambah rasa bir, kemewahan Eropa yang menghiasi pesta-pesta di istana raja dan orang-orang kaya. Jika masuk angin disarankan untuk mencampur kapulaga, kayu manis dan pala, sebuah resep yang tak mampu dijangkau kecuali oleh orang kaya pada masa itu. Andrew Borde, penulis Dyetary of Health menyebut pala bermanfaat untuk mengobati demam di kepala, juga menyamankan pandangan dan otak.

Kitab suci menyinggung pohon, buah dan daun (dewasa ini termasuk herbal life) menjadi bagian dari “skenario” kejatuhan manusia ke bumi. Rempah dan kenikmatan birahi adalah tragedi kemanusiaan yang mengisyaratkan erotisme berkelindan dengan kesalehan. Santo Isodore dari Sevilla (563-636) dalam deskripsi tentang dunia Timur dan Surga duniawi mengungkapkan Surga dalam Bahasa Ibrani “Taman Firdaus”, yang dalam Bahasa Spanyol menjadi Deliciae adalah tempat penuh kemewahan dan kenikmatan.. “Tidak ada dingin tidak ada panas, yang ada hanya musim semi abadi…”.

Baca Juga  Kejar Peresmian RSUD Maba oleh Presiden, Bupati Haltim Utus Direktur ke Jakarta

Di dalam pala terdapat sebuah zat perangsang nafsu birahi yang kuat. Disebutkan Ratu Mesir Cleopatra menggunakan pala, bunga lawang dan jahe untuk menaklukkan Julius Caesar, peselingkuh Roma-nya. Bahan-bahan semacam itu jarang gagal untuk menimbulkan efek kejantanannya. Karena sesendok minyak pala sebelum tidur bisa menyebabkan mimpi yang indah tanpa akhir. Ia bisa membuat pemakainya setengah mati, karena di pagi hari ia akan kesulitan mendamaikan “barang”-nya yang tak mau diajak kompromi. Pala telah mengambil tempat di dalam kemewahan Abad Pertengahan meskipun gegara pala, JP. Coen membantai 14.400 rakyat Banda antara tahun 1613-1621 (Alwi, 1996).

No More Posts Available.

No more pages to load.