Kejadian tersebut sangat menghancurkan hati Mandira dan menyalahkan pernikahannya dengan Rizvan sebagai penyebabnya. Mandira mengatakan bahwa Sameer dibunuh kerena bernama Khan.
Saat itu juga Mandira meminta berpisah dan menyuruh Rizvan untuk pergi. Namun Rizvan bertanya kapan dia harus kembali, Mandira mengatakan, Rizvan boleh kembali setelah dia memberitahu orang-orang Amerika Serikat dan Presiden bahwa: “Nama saya Khan dan saya bukan teroris.”
Rizvan menanggapi permintaan Mandira dengan serius dan menjalankan misinya menjelajahi Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden George W. Bush. Perjalanan yang dilalui Rizvan tidaklah mudah karena suasana yang masih panas pascatragedi WTC 9/11 dan Rizvan Khan adalah umat muslim yang memiliki misi yang sangat sensitif sehingga terjadi kesalahpahaman saat dia berteriak: “Nama saya Khan dan saya bukan teroris” saat bertemu dengan Presiden AS.
Konflik Islam dan Barat diolah melalui kelakuan si tokoh utama. Rizvan Khan mempunyai keuntungan sebagai seorang yang mengidap autisme karena keterbelakangannya tersebut, Rizvan agak lambat merespons tindakan dari orang-orang yang disekitarnya dan karena itu dia mempunyai prasangka tertentu dan terus bergerak dan melakukan sesuatu yang memang menjadi tujuannya tanpa mempedulikan kondisi sekitar.




