Walaupun kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh warga nonmuslim namun Rizvan tetap berperilaku baik karena memang itulah sebenarnya yang diajarkan dalam Islam. Islam mengajarkan hubungan yang baik, damai, dan penuh kasih sayang terhadap semua manusia. Memang sudah seharusnya kita manusia bisa memanusiakan manusia lainnya tanpa membawa-bawa unsur suku, ras, warna kulit ataupun agama.
Hubungan antara Islam dan Barat memang tidak pernah stabil. Selalu ada pertengkaran dan tindakan saling serang, baik oleh pemerintahnya ataupun warga negara yang bertindak atas nama agama tertentu.
Lewat film My Name Is Khan, Rizvan Khan mencoba menjelaskan bahwa agama Islam bukanlah agama yang mengedepankan kekerasan, bukan pula sebuah agama yang mengajarkan penganutnya untuk menjadi teroris, namun sebuah agama yang mengajarkan kebaikan sama seperti ajaran kebikan pada agama lainnya dan mengedepankan rasa damai dan kasih sayang.
Banyak sisi positif yang kita ambil dari perilaku Rizvan Khan yang menyuarakan bahwa Islam bukanlah agama yang berbahaya dan juga bukan agama teroris sehingga tidak pantas mendapatkan sikap diskriminatif meski berada di negara yang bermayoritas nonmuslim.
Melihat kondisi intimidasi umat muslim di Uighur dan Palestina hari ini, mungkinkah akan ada Rizvan Khan versi Uighur atau negara lain bahkan Indonesia yang bermayoritas muslim untuk menyuarakan kembali hal tersebut agar dunia tahu bahwa Islam agama kedamaian. Wallahualam. (*)




