Gagasan dan Pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang sekitar PT Wanatiara Persada

oleh -80 views
Link Banner

KAMI, PT Wanatiara Persada (“WP”), mengeluarkan siaran pers sehubungan dengan beberapa aktivitas program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Program ini dilakukan terhadap masyarakat yang ada di pulau Obi dan masyarakat sekitar lingkar tambang. Sesungguhnya, kegiatan tersebut telah dilakukan sejak 2019 dimana WP mencoba untuk menggalang masyarakat terkait dengan program dengan fokus utama pada bidang kesehatan , pendidikan, sosial budaya, infrastruktur, ekonomi kreatif, kemandirian masyarakat termasuk didalamnya adalah pengembangan ekonomi masyarakat.

Untuk bidang kesehatan, WP telah memberikan satu unit Mobil Ambulance kepada Rumah Sakit Umum (RSUD) Obi. Bantuan untuk tenaga honorer medis telah dilakukan masing-masing 5 (lima) orang bagi tenaga yang bertugas di Puskesmas maupun yang ada di RSUD.

Sementara itu, pada tahun 2021 ini WP merencanakan untuk memberikan bantuan kepada pihak RSUD berupa seperangkat tempat tidur dan beberapa peralatan medis lain.

Link Banner

Pada bidang pendidikan, WP telah memberikan bantuan berupa beasiswa kepada siswa-siswi yang tidak mampu. Bantuan diberikan pula kepada guru-guru honorer di setiap sekolah yang berlokasi pada lingkar tambang. Selain itu, bantuan renovasi bangunan diberikan kepada beberapa sekolah yang membutuhkan.

Baca Juga  Warga Madidir Nyatakan Sikap Dukung Maurits di Pilwako Bitung

WP juga akan membangun satu unit asrama untuk mahasiswa Obi di Kota Ternate. Tidak hanya sampai disitu, untuk para pemuda yang berlokasi di lingkar tambang, WP akan melakukan pemberdayaan dengan melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Ternate sebagai tempat pelatihan.

Pelatihan tersebut khususnya untuk mekanik sepeda motor sekaligus memberikan bantuan seperangkat peralatan perbengkelan.. Program ini diperuntukkan bagi par pemuda di Kampung Baru, Akegula, Laiwui, Jikotamo dan Kampung Buton. Kelak diharapkan mereka bisa berkreasi, menciptakan lapangan kerja sendiri dan berpenghasilan.

Untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis pertanian, WP sudah membentuk beberapa kelompok tani binaan di setiap desa khususnya untuk petani sayur mayur. Upaya tersebut telah dilakukan WP sejak 2019 lalu. Petani binaan ini sudah menunjukkan keberhasilannya ditandai dengan kemampuan mereka menyuplai kebutuhan sayur mayur hidroponik kepada perusahaan secara berkesinambungan.

Dulunya para petani binaan itu berpikir bahwa di Maluku Utara tidak bisa tumbuh sayur mayur. Kini, dengan sentuhan teknologi hidroponik para petani binaan telah mampu secara konsisten menjual secara langsung kol, bunga kol, wortel, selada dan beberapa varian sayur lain dengan kualitas terjamin. Tidak hanya itu, WP juga telah membebaskan lahan sekitar 2 (dua) hektar untuk pembudidayaan tanaman anggur yang juga akan dikelola oleh kelompok tani binaan.

Baca Juga  Punya Kecepatan yang Gila, MiG-25 Bikin Ciut NATO dan AS

Ghofur, salah seorang petani binaan merasa sangat terbantu dengan kehadiran WP.

“Program PPM yang dilaksanakan WP sungguh memberikan manfaat nyata yang bisa kami rasakan. Kami juga diperkenalkan dengan metode bercocok tanam hidroponik yang tidak tergantung musim dan cuaca sehingga kami bisa panen setiap saat dan kami dapat menyuplai aneka sayur mayur ke WP secara konsisten. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kami”, demikian Ghofur, salah seorang petani binaan asli Kampung Baru, yang berlokasi di lingkar tambang WP.

Sandri Sanangka, Manager CSR PT Wanatiara Persada

Pada bidang infrastruktur, WP telah merampungkan pembangunan jembatan di Desa Laiwui yang menghubungkan Dusun Satu dengan Dusun Dua sebagaimana yang diminta oleh pemerintah setempat. Pembangunan ini dilakukan dengan melihat kondisi akses jalan di dua Dusun ini terhalang oleh sungai. Adannya jembatan tersebut telah memperlancar akses bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Anggota DPRD Nilai Danny Misi Gagal Pimpin Halbar

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, WP juga sudah 3 (tiga) kali memberikan bantuan untuk masyarakat lingkar tambang berupa bantuan sembako. Bantuan tersebut, sudah disalurkan untuk masyarakat lingkar tambang di 5 (lima) desa.

“Kami melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya berupa pemberian cuma-cuma atau charity, namun lebih menitikberatkan pada program-program nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya terbaik akan kami lakukan untuk tujuan luhur pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (PPM). Sebagai salah satu contoh adalah keberhasilan para petani binaan sehingga membentuk kemandirian masyarakat. Sejatinya, kami telah berhasil melaksanakan program PPM dan kami akan terus meningkatkannya.” Demikian pungkas Sandri Sanangka, Manager CSR PT Wanatiara Persada yang asli orang Obi. (adhy)