Galela Manyawa Yo Diside

oleh -38 views
Link Banner

Oleh: Muhammmad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela

Diside adalah sebuah perjalanan laut untuk mencari bahan makanan di berbagai pulau di Maluku dan Maluku Utara, perjalanan pelayaran laut ini dapat ditelusuri pada abad awal ke-15. Ketika pedagang China yang datang ke Maluku Utara orang-orang Galela sudah melakukan pelayaran di berbagai pulau di Maluku Utara terutama di pulau Ternate dan Bacan.

Perjalanan pelaut China abad ke-15 lebih spesifik menyebut Galela di Halmahera Utara sebagai salah satu tujuan pelayaran dari China. Rutenya dari Amoy melalui Mindoro ke Halmahera. Dari Mindoro, kapal China menuju bagian timur Mindano kemudian kepulauan Talaud, Selanjutnya ke Chih-lo-li (Galela di Halmahera), salah satu daerah di Mei-lo-chu (Maluku) (Mills 1979:73,79,80).

Baca Juga  Laka lantas di Km 12 Masohi, 5 meninggal di tempat

Dalam catatan ini, terdapat sejumlah nama daerah di Maluku utara, seperti Chien-tzu-chih dan Chih-lo-li yang menunjuk pada Galela, serta kata Mi-Liu-ho untuk Maluku (Mills 1979:87,90).

Selain karena perjalanan laut, orang Galela meninggalkan daerah asalnya dalam jumlah banyak, dan hidup di pulau-pulau sekitar Bacan, dan Ternate, yang tidak berpenghuni, bahkan tinggal di pulau Obi, Sula, dan pulau Banggai, pulau Seram, dan pulau Buru, sebagai pengumpul damar, penangkap ikan, penyu, dan teripang. Di daerah-daerah ini, mereka membuka ladang selama waktu tertentu, dan membawa pulang hasilnya ke daerah asal (Lapian, 1983: 294).

Naturalis Inggris Wallace mengatakan bahwa orang Galela adalah para penjelajah samudra yang handal dan besar wilayahnya, yang dapat ditemukan di mana-mana di timur Kepulauan dengan perahu yang mereka buat sendiri. Mereka juga para pemburu yang handal rusa dan babi hutan, ikan penyu dan tripang, akan tetapi mereka juga menanam padi dan jagung (P. Boomgaard, 2001).

Baca Juga  Jokowi Tak Jujur soal Komersialisasi Pendidikan di UU Cipta Kerja, Ini Faktanya

Dalam perjalanan laut ke pulau lain seperti Morotai, Tidore dan Sula, orang Galela membawasertakan keluarga mereka untuk membantu ketika dibutuhkan. Tohiku (pelayaran), sudah ada jauh sebelum bangsa Portugis dan Eropa datang ke pulau Maluku bahkan orang-orang ini juga bermukmin di kepulauan Filipina mereka mengembara dari pulau ke pulau demi mempertahankan hidup serta menjadi pelaut yang handal (Hornell 1921: 57).

Hingga pada akhir abad ke-19 orang-orang Galela sudah tidak lagi melakukan perjalanan laut (Diside), ketika melakukan perjalanan laut orang-orang Galela sering melakukan pesta besar dengan menari tari-tari tradisional mereka untuk menyemangati para pelaut yang akan melakukan perjalanan jauh, bahkan mereka sering meluapkan kegembiraan di atas perahu (deru) mereka dengan cara menari cakalele sebagai bentuk ketangkasan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan saat melakukan perjalanan laut kepulau-pulau yang akan mereka singgahi. (*)

Baca Juga  Dari Aru Kapolda Maluku Kembali Menuju MBD Pantau Kesiapan Pilkada