Oleh: Muhammmad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela
Diside adalah sebuah perjalanan laut untuk mencari bahan makanan di berbagai pulau di Maluku dan Maluku Utara, perjalanan pelayaran laut ini dapat ditelusuri pada abad awal ke-15. Ketika pedagang China yang datang ke Maluku Utara orang-orang Galela sudah melakukan pelayaran di berbagai pulau di Maluku Utara terutama di pulau Ternate dan Bacan.
Perjalanan pelaut China abad ke-15 lebih spesifik menyebut Galela di Halmahera Utara sebagai salah satu tujuan pelayaran dari China. Rutenya dari Amoy melalui Mindoro ke Halmahera. Dari Mindoro, kapal China menuju bagian timur Mindano kemudian kepulauan Talaud, Selanjutnya ke Chih-lo-li (Galela di Halmahera), salah satu daerah di Mei-lo-chu (Maluku) (Mills 1979:73,79,80).
Dalam catatan ini, terdapat sejumlah nama daerah di Maluku utara, seperti Chien-tzu-chih dan Chih-lo-li yang menunjuk pada Galela, serta kata Mi-Liu-ho untuk Maluku (Mills 1979:87,90).
Selain karena perjalanan laut, orang Galela meninggalkan daerah asalnya dalam jumlah banyak, dan hidup di pulau-pulau sekitar Bacan, dan Ternate, yang tidak berpenghuni, bahkan tinggal di pulau Obi, Sula, dan pulau Banggai, pulau Seram, dan pulau Buru, sebagai pengumpul damar, penangkap ikan, penyu, dan teripang. Di daerah-daerah ini, mereka membuka ladang selama waktu tertentu, dan membawa pulang hasilnya ke daerah asal (Lapian, 1983: 294).




