Naturalis Inggris Wallace mengatakan bahwa orang Galela adalah para penjelajah samudra yang handal dan besar wilayahnya, yang dapat ditemukan di mana-mana di timur Kepulauan dengan perahu yang mereka buat sendiri. Mereka juga para pemburu yang handal rusa dan babi hutan, ikan penyu dan tripang, akan tetapi mereka juga menanam padi dan jagung (P. Boomgaard, 2001).
Dalam perjalanan laut ke pulau lain seperti Morotai, Tidore dan Sula, orang Galela membawasertakan keluarga mereka untuk membantu ketika dibutuhkan. Tohiku (pelayaran), sudah ada jauh sebelum bangsa Portugis dan Eropa datang ke pulau Maluku bahkan orang-orang ini juga bermukmin di kepulauan Filipina mereka mengembara dari pulau ke pulau demi mempertahankan hidup serta menjadi pelaut yang handal (Hornell 1921: 57).
Hingga pada akhir abad ke-19 orang-orang Galela sudah tidak lagi melakukan perjalanan laut (Diside), ketika melakukan perjalanan laut orang-orang Galela sering melakukan pesta besar dengan menari tari-tari tradisional mereka untuk menyemangati para pelaut yang akan melakukan perjalanan jauh, bahkan mereka sering meluapkan kegembiraan di atas perahu (deru) mereka dengan cara menari cakalele sebagai bentuk ketangkasan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan saat melakukan perjalanan laut kepulau-pulau yang akan mereka singgahi. (*)




