Gara-gara Politik

oleh -3 Dilihat

Sementara itu, Negara atau daerah yang institusi politik-ekonominya bersifat ekstraktif, cenderung tinggal menunggu waktu terseret ke dalam jurang kemiskinan, instabilitas politik, dan mengarah menjadi negara gagal”.

Jalan sejarah politik kesengsaraan, seperti institusi ekstraktif dengan segala aksesorisnya hanyalah sebuah “hasil” dan bukan “sebab”. Dari watak elit yang ekstraktif, kita akan digiring dalam suatu sistem diktatorial. Malah, ia seperti punya kecenderungan berakhir dengan menguatnya negara dan otoritarianisme.

Pemenang Nobel ekonomi Kenneth Arrow pernah menulis sebuah pembuktian matematis yang begitu monumental tentang benevolent dictator atau “diktaor baik hati” lewat teorema imposibilitynya.

Di situ kita bisa memahami preferensi individu tentang demokrasi dengan segala variasinya. Terutama dalam transaksi sosial-ekonomi dan menentukan apa yang baik dan buruk bagi banyak orang.

Lalu apa relevansinya dengan daerah gagal? Kita tidak bisa berkata tidak pada politik ekstraktif, karena itulah pasar dominan yang begitu bermanfaat bagi masyarakat. Ini harga sebuah demokrasi yang mewarnai politik kita hari ini. Melalui saringan asap neoliberakisme – dan lagi-lagi atas nama pembangunan daerah mengalami pertumbuhan semu.