“Kualitas kita sebagai pengawas dalam memahami seluruh aturan yang ada dan menjalankannya secara baik dan benar. Kita harus memahami apa yang harus dilaksanakan, bukan melaksanakan apa yang tidak dipahami,” tegas Melay.
Sementara itu Koordinator Divisi Koordinator Devisi Pencegahan, Pengawasan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Maluku Daim Baco Rahawarin mengatakan, demokrasi yang berkualitas, harus ditunjang dengan penyelenggara yang berintegritas, khususnya Panwascam sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan jalannya Pilkada.
“Karena semakin banyak partisipasi publik, semakin memudahkan kerja-kerja pengawasan. Untuk itu Bawaslu dan jajaran dibawah termasuk Panwascam harus bersinergi dengan semua elemen untuk tidak saja menjadi pemilih, tapi juga harus membantu mengawasi pemilihan serentak,” tandas Rahawarin.
Untuk diketahui Bimtek yang digelar Bawaslu Maluku itu diikuti 354 Panwascam seluruh Maluku, serta 33 anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Maluku, termasuk staf administrasi, yang berlangsung 2 – 6 Juli 2024, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dari Jakarta yakni tenaga ahli SDM Bawaslu RI, dan Direktur Sendikat Pemilu dan Demokrasi (SPD), serta juga lima pimpinan Bawaslu Maluku dan empat mantan pimpinan Bawaslu Maluku. (red/km)








