”Kami mendorong BUMN untuk bergerak cepat, mengerahkan semua sumber daya yang ada sejak hari pertama dan mengawal hingga akhir. Apapun bantuan yang mendesak bisa dipenuhi dengan segera baru kemudian melaporkan ke posko untuk dimasukan ke database,” ujarnya.
Diakuinya, dirinya juga menyempatkan untuk secara langsung hadir dan menyaksikan perkembangan dan kondisi terakhir pada lokasi terdampak.
Selain mengunjungi lokasi terdampak, jelasnya, pihaknya juga menyempatkan untuk menyerahkan bantuan sembako dan 1.000 paket makanan serta berpartisipasi dalam program trauma healing bersama pengungsi di Lengkong dan Batu Dua.
Begitupun pihaknya juga menyerahkan bantuan obat-obatan kepada Rumah Sakit Darurat Dr Ishak di Halaman Kampus Universitas Darusalam, Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng.
Disadarinya ada tantangan yang harus dihadapi saat penmyaluran bantuan di lapangan, khususnya pada titik-titik pengungsian yang letaknya berada di pulau yang terpisah dari Kota Ambon, serta keterbatasan akses transportasi dan lokasi pengungsian yang berada di perbukitan.
Sebut saja distribusi bantuan menuju Kabupaten SBB dan Malteng yang harus menggunakan transportasi laut.
Selain itu, jelasnya, untuk sampai ke titik-titik pengungsian di daerah terpencil, tidak sepenuhnya dapat mengandalkan mobil, karena sebagian di antaranya harus dibawa terpisah menggunakan sepeda motor.




