Klaim kemenangan itu, bagaimanapun, belum berujung pada penyelesaian diplomatik jangka panjang. Ghalibaf disebut belum berhasil meyakinkan pimpinan Iran untuk menyepakati penyelesaian permanen dengan Washington guna mengakhiri konflik.
Di tengah kebuntuan tersebut, Iran juga memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan keamanan di wilayah perbatasan. IRGC dilaporkan meningkatkan pengamanan di kawasan barat yang berbatasan dengan Irak dan Turki serta wilayah timur yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan.
Kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi dari wilayah Kurdistan Irak juga menjadi perhatian Teheran.
Dengan berakhirnya MoU, posisi Iran kini memasuki fase yang lebih sulit diprediksi. Di satu sisi, diplomasi dengan Oman masih berjalan untuk mencari mekanisme keamanan pelayaran di Hormuz. Di sisi lain, pernyataan para pejabat militer Iran menunjukkan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi.
Bagi Teheran, pesan yang ingin disampaikan tampak jelas: berakhirnya sebuah kesepakatan tidak berarti berakhirnya kesiapan perang. Jika tekanan militer berlanjut, Iran mengisyaratkan bahwa responsnya dapat bergerak dari pertahanan menuju tindakan ofensif.
sumber: sindonews









