Porostimur.com, Langgur — Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEPKei) menyiapkan peluncuran ebook reflektif-kolektif berjudul “Suara-suara Pendidikan: Merawat Harapan, Menyusun Masa Depan” bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional. Buku ini menghadirkan beragam pandangan, keresahan, harapan, dan pengalaman tentang pendidikan dari berbagai sudut—guru, murid, orang tua, komunitas, hingga masyarakat—khususnya dari wilayah kepulauan dan daerah 3T.
Ebook ini tidak dimaksudkan sebagai rujukan yang menawarkan jawaban tunggal, melainkan sebagai ruang percakapan bersama. Pendidikan, menurut GEPKei, bukan sekadar soal kurikulum dan angka, tetapi tentang manusia, nilai, dan keberanian untuk terus belajar di tengah keterbatasan.
“Pendidikan selalu lahir dari pergulatan zaman dan pengalaman manusia yang menjalaninya. Ia bukan sekadar kebijakan atau statistik, melainkan proses panjang membentuk kesadaran, martabat, dan harapan,” tulis GEPKei dalam kata pengantar buku tersebut.
Merawat Suara yang Kerap Terpinggirkan
Buku Suara-suara Pendidikan disusun sebagai upaya kolektif untuk menghadirkan kembali pendidikan sebagai ruang yang hidup—ruang yang mendengarkan, merangkul, dan memberdayakan. GEPKei menempatkan suara perempuan, anak, guru, dan komunitas sebagai bagian penting yang selama ini kerap terpinggirkan dalam wacana pendidikan nasional.









