Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan
Renno mengapresiasi pernyataan Dirjen Gakkum ESDM, Jeffri Huwae, yang menegaskan bahwa proses hukum masih terus berjalan dan membuka peluang pendalaman terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di Gunung Botak.
Menurutnya, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui pengungkapan menyeluruh terhadap jaringan yang selama ini menopang aktivitas ilegal tersebut.
GMKI Ambon menilai keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari banyaknya tersangka yang ditetapkan, melainkan sejauh mana negara mampu membongkar sistem yang memungkinkan praktik ilegal terus berlangsung.
“Kami menghormati langkah yang dilakukan Dirjen Gakkum dan seluruh aparat yang terlibat. Tetapi masyarakat tidak hanya membutuhkan penetapan nama dan angka. Yang dibutuhkan adalah keberanian membongkar sistem yang selama ini memungkinkan praktik seperti ini terus hidup. Kalau serius menata, maka selesaikan sampai ke akar,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa praktik ilegal di sektor sumber daya alam hampir selalu memiliki rantai yang panjang, mulai dari pendanaan, distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.
“Jangan berhenti pada pelaku yang ditemukan di lokasi. Telusuri alur modalnya, rantai distribusinya, pihak yang mengambil keuntungan, pola pengawasannya, dan siapa yang selama ini mendapatkan manfaat dari keadaan tersebut. Penanganan harus dilakukan dari hulu sampai hilir,” katanya.









