GMKI Ambon Desak Bongkar Mafia SDA hingga ke Akar, Minta Tata Ulang Investasi di Maluku

oleh -61 views
Ketua GMKI Cabang Ambon Renno L.Z. Patty, menegaskan bahwa persoalan Gunung Botak tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kasus pelanggaran hukum, melainkan bagian dari problem tata kelola sumber daya alam yang lebih luas, yang melibatkan aspek keadilan sosial, pengawasan negara, hingga keberanian membongkar jaringan kepentingan yang selama ini diduga menikmati keuntungan dari praktik ilegal.

Gunung Botak Dinilai Hanya Puncak Gunung Es

GMKI Ambon juga mengingatkan bahwa persoalan tata kelola sumber daya alam di Maluku tidak hanya terjadi di Gunung Botak.

Menurut organisasi tersebut, masih banyak persoalan lain yang membutuhkan perhatian serius pemerintah agar kekayaan alam daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Renno menilai selama ini Maluku dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, namun manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat belum sebanding dengan besarnya potensi yang dimiliki.

“Bukan hanya di Gunung Botak. Persoalan lain yang mengganggu pengelolaan sumber daya alam di Maluku juga harus diatur dan dikelola secara baik. Jangan sampai daerah ini terus menghasilkan kekayaan tetapi masyarakat tidak merasakan manfaat yang adil,” ujarnya.

Karena itu, GMKI Ambon mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sektor sumber daya alam, termasuk memperkuat pengawasan dan memastikan keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

Baca Juga  Komisi II DPRD Halsel Minta Satgas BBM Tertibkan Pertamini Tak Berizin

Investasi Harus Menghormati Masyarakat dan Lingkungan

Selain menyoroti persoalan pertambangan ilegal, GMKI Ambon juga memberikan perhatian terhadap pola investasi yang berkembang di Maluku.

Renno menegaskan organisasinya tidak menolak investasi maupun pembangunan. Namun, investasi yang masuk ke daerah harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.