Golkar, Semakin Goyang Semakin Rindang

oleh -671 views
Jannus Siahaan

Hal berbeda terjadi dengan PAN, yang terpantau cukup aman, karena faksi Amin Rais yang cenderung keras kepada pemerintahan Jokowi sudah hengkang dengan partai barunya, Partai Ummat.

Faksi Zul (Zulkifli Hasan) akhirnya aman secara internal dan eksternal, karena otomatis menjadi faksi mayoritas di dalam partai di satu sisi dan juga menjadi mitra Istana di sisi lain.

Setelah hasil Pemilihan Umum 2024 diumumkan dan pasangan Prabowo – Gibran dinyatakan menang satu putaran, Zul dan PAN bisa duduk tenang layaknya ketenangan Cak Imin di tahun 2014.

Nah di sisi lain, sayangnya Airlangga Hartarto belum seaman Zulkifli Hasan setelah hasil pemilihan diumumkan. Pertarungan belum selesai di dalam Partai Golkar.

Manuver politik Airlangga sebelum Pilpres 2024 menjadi preseden buruk di mata gerbong politik Jokowi, yang sempat ingin menggoyang Airlangga sebelum Pilpres lalu, sehingga Airlangga dianggap tidak bisa menjadi “penjamin” keamanan dan kepentingan politik Jokowi cs, boleh jadi di dalamnya termasuk Luhut dan Bahlil, setelah Jokowi tak lagi berkuasa.

Baca Juga  Gelar Rakor GTRA, Pemkab Halmahera Timur Dorong Kepastian Hukum Tanah dan Reforma Agraria

Pun, boleh jadi, Airlangga dianggap memiliki kelemahan yang bisa melemahkan Partai Golkar untuk mengimbangi kekuatan presiden terpilih nantinya, sehingga Airlangga harus digantikan oleh sosok yang jauh lebih mewakili kepentingan kelompok post power syndrome tersebut di satu sisi dan tidak terlalu banyak memiliki “kelemahan” politik di sisi lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.